Populer Posts Hari ini
Popular Posts
-
Java Inputan / Ouput Kumpulan Source Code dengan Bahasa Java IF ...
-
#include <stdio.h> #include <stdlib.h> void DesimalToBiner(int N){ if(N>1){ DesimalToBiner(N/2); } ...
-
1. Insertion Sort 2. Buble Sort 3. Shell Sort 4. Quick Sort 5. Pengurutan Matriks
-
Pengertian Akar persamaan kuadrat Persamaan Kuadrat merupakan suatu persamaan polinomial berorde 2 dengan bentuk umum da...
-
#include <stdio.h> #include <conio.h> int main() { int i,j,c; printf("deret bilangan prima 1-100 adalah \n...
-
Palindrom adalah sebuah kata, frasa, angka maupun susunan lainnya yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun bela...
-
Perulangan For yaitu perulangan yang dilakukan ketika kondisi kapan perulangan dihentikan dan banyaknya proses perulang...
-
Pengertian Akar persamaan kuadrat Persamaan Kuadrat merupakan suatu persamaan polinomial berorde 2 dengan bentuk umum dari...
-
Bilangan Prima adalah bilangan asli yang lebih dari satu yang tidak dapat dibagi oleh bilangan manapun kecuali o...
-
Pengertian Larik Larik adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama variabe...
Powered by Blogger.
Labels
Lorem 1
adsense
"
});
Circle Gallery
"
});
‹
›
News
"
});
Pengertian Matriks
matriks adalah kumpulan bilangan, simbol, ataupun ekspresi, yang berbentuk persegi maupun persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu matriks disebut dengan elemen atau anggota matriks. Secara umum, matriks dapat diartikan sebagai sebuah susunan atau kumpulan dari beberapa bilangan yang disusun berdasarkan kepada baris dan kolom yang bentuknya persegi atau persegi panjang. Matriks biasanya disusun dengan diapit oleh tanda kurung siku [ ] namun terkadang ada juga elemen matriks yang diapit oleh tanda kurung biasa ().
Ukuran dari sebuah matriks biasa disebut dengan ordo yang menjelaskan jumlah dari baris dan kolom yang ada di dalam sebuah matriks tersebut. Ukuran dari sebuah matriks dapat di simbolkan dengan rumus berikut ini:
Amxn
A = Nama Matriks
m = jumlah baris
n = jumlah kolom
mxn = ordo matriks
Contoh:
Matrik ber-ordo 3x5 Matriks ber- ordo 3x2
DEKLARASI
matriks :Array[1..N][1...N] of integer
i,j,k,l,tempa :integer
ALGORITMA
//Penginputan Matriks
temp <--- 0
for i<--- 0 to 3 do
for j<---0 to 3 do
Read(matriks[i][j])
endfor
endfor
//Pengutan Matriks for i<--- 0 to 3 do
for j<--- 0 to 3 do
for k<--- 0 to 3 do
for l<--- 0 to 3 do
if matriks[k][l]> matriks[i][j] then
temp <--- matriks[k][l]
matriks[k][l]<--- matriks[i][j]
matriks[i][j]<--- temp
endif
endfor
endfor
endfor
endfor
//Tampilkan Matriks write("data matiks terurut")
for i<--- 0 to 3 do
for j<--- 0 to 3 do
write(matriks[i][j])
endor
endfor
Source Code Pengurutan Matriks Dengan Bahasa C
algoritma - array - matriks
Frekuensi Kemunculan data
adalah menghitung banyaknya data yang muncul dalam sekelompok data. Misalnya ada sekelompok data seperti berikut :
4 7 6 8 5 8 7 5 9 8 5 8 7 4 9 6 6 9 5 6
Secara tertulis, frekuensi data diperoleh dengan cara menghitung banyaknya tiap data dan menuliskan data mulai dari data yang terkecil ke terbesar dalam tabel. Kolom pertama berisi data dan kolom kedua berisi frekuensi masing-masing data.
Berikut Algortima Menghitung Frekuensi Kemunculan Data
PROCEDURE MenghitungFrekuensiKemunculanData(input N : Integer)
DEKLASRASI
i,j,N,temp : integer
Frekuensi,Angaka,AngkaSelanjutnya : nteger
A : array[1....N] of integer
ALGORITMA
Read(N)
for i <-- 0 to N do
Read(A[i])
endfor
//pengurutan Array
for i <-- 0 to N-1 do
for j <-- i to N do
if A[j]<A[i] then
temp <-- A[i];A[i] <-- A[j];
A[j] <-- temp;
endif
endfor
endfor
i <-- 0
Frekuensi <-- 1
while i <N do
Angka <-- A[i]
AngkaSelajutnya <-- A[i+1]
if Angka = AngkaSelanjutnya then
Frekuensi <-- Frekuensi+1
else
Write('Angka : Frekuensi')
if Angka = AngkaSelanjutnya then
Frekuensi <-- Frekuensi+1
else
Write('Angka : Frekuensi')
Frekuensi <-- 1
endif
endif
algoritma
Pengertian Array
Array adalah sebuah struktur data yang terdiri atas banyak variabel dengan tipe data sama, dimana masing-masing elemen variabel mempunyai nilai indeks. Indeks array selalu bertipe integer yang dimulai dari 0. Setiap elemen array tersebut dapat diakses dengan cara A[indeks]. Berikut ini gambar yang dapat mengilustrasikan sebuah array :
Array adalah sebuah struktur data yang terdiri atas banyak variabel dengan tipe data sama, dimana masing-masing elemen variabel mempunyai nilai indeks. Indeks array selalu bertipe integer yang dimulai dari 0. Setiap elemen array tersebut dapat diakses dengan cara A[indeks]. Berikut ini gambar yang dapat mengilustrasikan sebuah array :
Source Code Mencari Maks dan Min dari suatu Array
package maxminarray;
import java.util.Scanner;
/**
*
* @author bacoet
*/
public class MaxMinArray {
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args) {
// TODO code application logic here
int []Bil=new int[11];
int Max,Min;
Scanner input = new Scanner( System.in );
int i;
for(i=1;i<=10;i++){
System.out.print( "Bil["+i +"]" +" :");
Bil[i] = input.nextInt();
}
Max=0;
Min=Bil[1];
for(i=1;i<=10;i++){
if(Max<Bil[i]){
Max=Bil[i];
}
else if(Min>Bil[i]){
Min=Bil[i];
}
}
System.out.println("Max \t:"+Max);
System.out.println("Min \t:"+Min);
}
}
algoritma - for - if - java
Pengertian Array
Array adalah sebuah struktur data yang terdiri atas banyak variabel dengan tipe data sama, dimana masing-masing elemen variabel mempunyai nilai indeks. Indeks array selalu bertipe integer yang dimulai dari 0. Setiap elemen array tersebut dapat diakses dengan cara A[indeks]. Berikut ini gambar yang dapat mengilustrasikan sebuah array :
Berikut Agoritma Mencari nilai Maks dan Min pada Suatu Array
Array adalah sebuah struktur data yang terdiri atas banyak variabel dengan tipe data sama, dimana masing-masing elemen variabel mempunyai nilai indeks. Indeks array selalu bertipe integer yang dimulai dari 0. Setiap elemen array tersebut dapat diakses dengan cara A[indeks]. Berikut ini gambar yang dapat mengilustrasikan sebuah array :
PROGRAM Mencari_Maks_Min_Array
Bil : Array[1...10] Of Integer
i,Max,Min : Integer
ALGORITMA
for i <--- 1 Downto 10 do
Read (Bil[i])
endfor
Max <--- 0
Min <--- Bil[1]
for i <--- 1 Downto 10 to
if Max < Bil[i]
Max <--- Bil[i]
else
if Min > Bil[i]
Min <--- Bil[i]
endif
endif
Write(Max)
Write(Min)
algoritma
Pengertian Larik
Misalkan suatu larik A={1,2,3,4} maka nilai rata-ratanya adalah: 2,5
PROCEDURE RerataLarik(input N :integer) <--- void
DEKLARASI
i,jumlah :integer
Rata_rata :float
A :array[1...N] of integer
ALGORITMA
Read(N)
for i <-- 0 to N do
Read(A[i])
endfor
for i <-- 0 to N do
jumlah <-- jumlah+A[i]
endfor
Rata_rata <-- jumlah/N
write(Rata_rata)
Kunjungi juga Source-code-menghitung-nilai-rata-rata dengan Java
Larik adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama variabel yang sama. Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik. Letak urutan dari suatu elemen larik disebut dengan index.
Larik dapat di deklarasikan dengan menyebutkan jumlah dari elemennya yang di tulis di antara tanda "[ ]". Misalkan int M[10]: berarti suatu larik dimensi satu dengan nama Y di deklarasikan dengan tipe ineteger yang memmiliki 10 elemen.
Algoritma Menghitung nilai rata-rata suatu Array / larik
PROCEDURE RerataLarik(input N :integer) <--- void
DEKLARASI
i,jumlah :integer
Rata_rata :float
A :array[1...N] of integer
ALGORITMA
Read(N)
for i <-- 0 to N do
Read(A[i])
endfor
for i <-- 0 to N do
jumlah <-- jumlah+A[i]
endfor
Rata_rata <-- jumlah/N
write(Rata_rata)
Kunjungi juga Source-code-menghitung-nilai-rata-rata dengan Java
Mohon like dan koemntarnya, Terimah Kasih !!!
algoritma - array
Pengertian Larik
Larik adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama variabel yang sama. Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik. Letak urutan dari suatu elemen larik disebut dengan index.
Larik dapat di deklarasikan dengan menyebutkan jumlah dari elemennya yang di tulis di antara tanda "[ ]". Misalkan int M[10]: berarti suatu larik dimensi satu dengan nama Y di deklarasikan dengan tipe ineteger yang memmiliki 10 elemen.
Algoritma menyisipkan elemen baru kedalam Larik terurut.
DEKLARASI
PROCEDURE SisipArray(input ElemenBaru :integer) <-- void
Cari :boolean
N,i,j,m :integer
A :array[1...7] of integer
ALGORITMA
Read(ElemenBaru)
N <-- 6
A[0] <-- 1
A[1] <-- 2
A[2] <-- 3
A[3] <-- 5
A[4] <-- 6
A[5] <-- 7
cari <-- false
i <-- 0
while (i<N) and (bukan cari) do
if x < A[i] then
cari <-- true
else
if x >= A[i] then
i <-- i+1
endif
endif
if (cari) then
for j <-- (N-1) downto i do
A[j+1] <-- A[j]
endfor
A[i] <-- ElemenBaru
else
if (bukan cari) then
A[N] <-- ElemenBaru
endif
endif
for m<-- 0 to N do
write(A[m])
enfor
Kunjungi juga Source code / program menyisipkan elemen baru kedalam larik terurut dengan Java
Mohon like dan komentarnya, Terimah kasih
algoritma - array
Pengertian Akar persamaan kuadrat
Persamaan Kuadrat merupakan suatu persamaan polinomial berorde 2 dengan bentuk umum dari persamaan kuadrat yaitu y=ax²+bx+c dengan a≠0 dan koefisien kuadrat a merupakan koefisien dari x², koefisien linear b merupakan koefisien dari x sedangkan c adalah koefisien konstan atau biasa juga disebut suku bebas. Nilai koefisien a,b dan c ini yang menentukan bagaimana bentuk parabola dari fungsi persamaan kuadrat dalam ruang xy.
Salah satu teknik menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan cara rumus Abc
Pada rumus tersebut terdapat bentuk (b2 – 4ac) disebut diskriminan (D). Sifat akar-akar persamaan kuadrat dapat ditinjau dari nilai diskriminan, yaitu D = b2 – 4ac. Sifat akar-akar tersebut adalah.
a. Jika D > 0
a. Jika D > 0
- Jika D > 0 maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 mempunyai 2 akar riil yang berlainan.
- Jika D berbentuk kuadrat sempurna dan D ≠ 0 maka persamaan kuadrat memiliki 2 akar riil berlainan dan rasional jika a, b, dan c bilangan rasional.
- Jika D bukan bentuk kuadrat sempurna dan D ≠ 0 maka memiliki 2 akar riil berlainan dan irasional
b. Jika D < 0 maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 tidak memiliki akar riil.
c. Jika D = 0 maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 memiliki 2 akar riil yang sama.Algoritma Akar persamaan kuadrat
PROCEDURE AkarPersamaanKudarat(input a,b,c :integer) --> void
{
K.awal : nilai a,b,c sudah berisi nilai.
K.Akhir : Mencetak akar persamaan kuadrat dari a,b,c.
}
DEKLARASI
D,X1 ,X2 : Float
ALGORITMA
Read(a,b,c)
X1 <-- 0
X2 <-- 0
D <-- (b * b)-(4 * a * c)
if D<0 then
write('Akar-Akar persamaan kuadratnya Imajiner')
else
if D>0 then
X1 <-- (-b + sqrt(D))/(2*a)
X2 <-- (-b - sqrt(D))/(2*a)
else
if D=0 then
X1 <-- (-b + sqrt(D))/(2*a)
X2 <-- X1
endif
endif
endif
Mohon like dan komentarnya, Terimah kasih!!!
algoritma - matematika
Palindrom
adalah sebuah kata, frasa, angka maupun susunan lainnya yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun belakang (spasi antara huruf-huruf biasanya diperbolehkan). Kata "palindrom" berasal dari bahasa Yunani: palin ("balik") dan dromos ("pacuan kuda").Contoh :Katak, Kodok, Macam, Makam, Malam, Tamat dll.
Algoritma Palindrom
FUNCTION Palindroms(input N:integer)--> boolean
{Mengembalikan nilai true jika huruf dalam larik palindarom
,false jika huruf dalam larik bukan palindrom
}
DEKLARASI
pal :boolean
i,j :integer
A :array[1...N] of String
ALGORITMA
Read(N)
for i <-- 0 to N do
Read(A[i])
endfor
i <-- 0
j <-- N-1
pal <-- true;
while (i<= j) and (pal) do
if (A[i]) # (A[j]) then
pal <-- false
endif
i <-- i+1
j <-- j-1
endwhile
algoritma - fungsi - larik - matematika - while
Pengurutan Ascending
Pengurutan data ascending adalah pengurutan data dari yang terendah ke yang tertinggi.Contoh :
Data acak : 3 7 1 6 11 5 4
Ascending : 1 3 4 5 6 7 11
Algortima Pengurutan Ascending
DEKLARASI
Data,N,i,j,a,temp :integer
angka :array[1...N] of ineteger
ALGORITMA
Read(N)
for i <-- 0 toi N do
Read(angka[i]
endfor
for i <-- 0 to N do
for j <-- 0 to N do
if angka[i]< angka[j] then
temp <-- angka[i]
angka[i] <--angka[j]
angka[j] <-- temp
endif
endfor
endfor
for i <-- 0 to N do
Read(angka[i])
endfor
Source Code / Program Pengurutan Ascending dengan Java
package sortingascending_descending;
import java.io.*;
import java.util.Scanner;
public class SortingAscending_Descending {
public static void main(String[] args) {
int Data,N = 0;
int i, j, a, temp;
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.print("Input banyaknya jumlah data : ");
try{
N=input.nextInt();
}
catch(Exception e){
System.out.println("Data Harus Berupa angka!!!");
}
int angka[] = new int[N];
int angka_asc[] = new int[N];
int angka_asc[] = new int[N];
for(i=0;i<N;i++){
System.out.print("Masukkan data ke - " + (i+1) + " : ");
try{
Data = input.nextInt();
angka[i]=Data;
angka_Asc[i]=Data;
}
catch(Exception e){
System.out.println("Data Harus Berupa angka!!!");
}
}
for(i=0;i<N-1;i++){
for(j=i+1;j<N;j++){
if(angka_Asc[i]>angka_Asc[j]){
temp=angka_Asc[i];
angka_Asc[i]=angka_Asc[j];
angka_Asc[j]=temp;
}
}
}
System.out.print("\n\nData sebelum diurutkan : ");
for(i=0;i<N;i++){
System.out.print(angka[i] + ", ");
}
System.out.print("\nData setelah diurutkan ascending : \n");
for(i=0;i<N;i++){
System.out.print(angka_asc[i] + ", ");
}
System.out.println("");
}
}
Hasil
Mohon Like Dan Komentarnya, Terima Kasih!!!
algoritma - for - java - sorting
Subscribe to:
Posts (Atom)







